Tim dosen dan mahasiswa Departemen Biologi, Universitas Negeri Malang melakukan penelitian untuk menguji karakteristik, stabilitas, dan sitotoksisitas dari bawang putih tunggal dengan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian dilakukan dengan mencampur surfaktan (Tween-80) dan kosurfaktan (gliserol), kemudian ditambahkan VCO dan ekstrak bawang putih tunggal sebanyak 20 mg/ml. Karakteristik respon waktu emulsifikasi 73,82 detik, nilai transmitansi % 78,86 %, dan pH 6,83. Ukuran partikel rata-rata adalah 0,46, Z-Average 23,10, dan potensial zeta – 33,07 mV. Stabilisasi fisik tidak mengalami pengendapan, sedimentasi, creaming, dan cracking. Uji toksisitas ditentukan dalam garis sel 3T3-L1 menggunakan 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT). Dosis SCGE-SNEDDS pada rangking 62,5, 125, 250, 500, 1000, dan 2000 ppm. SCGE-SNEDDS memiliki respon, karakteristik, stabilitas yang baik, terbukti non-sitotoksik, dan viabilitas sel yang tinggi (83,3%). Hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa formulasi ini memerlukan pengujian berikutnya untuk memperkirakan potensi aktivitas antiinflamasi serta profil toksisitasnya. Penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goal nomor 3 yaitu Good Health and Well-being atau kesehatan dan kesejahteraan yang baik.