Suryani, Elsa Mega. 2017. Prevalensi dan Intensitas Anisakis sp. pada Organ
Pencernaan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai Pencegahan
Penyakit Zoonosis Anisakiasis. Skripsi, Program Studi S1 Biologi, Jurusan
Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S. (II) Sofia Ery
Rahayu, S.Pd., M.Si.

Kata Kunci: Anisakis sp., prevalensi dan intensitas

Nematoda Anisakis merupakan agen penyebab anisakiasis pada manusia.
Anisakiasis dapat terjadi pada manusia setelah memakan ikan mentah atau
setengah matang seperti ikan cakalang yang terinfeksi oleh Anisakis sp.. Tujuan
penelitian ini: (1) mengetahui prevalensi dan intensitas Anisakis sp. pada ikan
cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai pencegahan penyakit zoonosis
anisakiasis, (2) mengetahui intensitas Anisakis sp. pada usus dan otot ikan
cakalang (katsuwonus pelamis) sebagai pencegahan penyakit zoonosis anisakiasis.
Metode penelitian ini deskriptif eksploratif. Sampel spesimen cacing
parasit diperoleh dari usus dan otot ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dari
Tempat Pelelangan Ikan Pondokdadap, Sendang Biru, Kabupaten Malang.
Spesimen cacing parasit yang diperoleh disimpan dalam botol flakon yang
direndam alkohol 70%. Spesimen cacing parasit diclearing menggunakan
lactophenol yang direndam selama 2 hari. Data berupa morfologi yaitu deskripsi
bagian tubuh anterior dan posterior, dan data morfometri berupa pengukuran
panjang tubuh, diameter tubuh dan panjang ventrikulus cacing. Data berupa
morfologi dan morfometri dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian ditemukan larva 3 Anisakis sp. tipe II dengan ciri panjang
total 10-34,5 mm, diameter 0,30-0,42 mm, dan di bagian posterior tubuh cacing
tidak memiliki mukron. Nilai prevalensi sebesar 60% dikategorikan sedang.
Infeksi parasit di usus 14-15 individu/ekor yang dikategorikan infeksi parasit
sedang dan di otot 2-3 individu/ekor dikategorikan infeksi parasit ringan.