Kegiatan Seminar Kekerasan Seksual 2025 mengusung tema “Speak Up, Stand Strong: Suara Kita, Perlindungan Kita.” Acara ini diselenggarakan oleh Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi 2025 Universitas Negeri Malang. Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa Departemen Biologi mengenai dampak kekerasan seksual, baik terhadap korban maupun masyarakat, serta menyediakan wadah diskusi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam berbagai konteks, seperti keluarga, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan sosial.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Departemen Biologi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.
Pelaksanaan Seminar Kekerasan Seksual 2025 dilaksanakan pada 8 November 2025 bertempat di Gedung Sasana Krida Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Departemen Biologi angkatan 2025 dengan total peserta sebanyak 327 orang. Rangkaian acara dimulai dengan open gate pada pukul 08.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi pada pukul 08.30 WIB yang dipandu oleh Falencia Jesika selaku Master of Ceremony.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa pihak, yaitu Moh. Awang Fachri Soesanto selaku Ketua Pelaksana Seminar Kekerasan Seksual 2025, Thoriq Fadil Sauqi selaku Ketua Umum HMD Biologi Lebah Madu 2025, dan Muhammad Andry Prio Utomo, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pendamping HMD Biologi Lebah Madu 2025, yang sekaligus membuka acara secara resmi.
Setelah sesi sambutan, kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi dari pihak PPKS Universitas Negeri Malang, oleh narasumber Ibu Hilda Rosa Ainiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Kak Umika Nofita Safira yang membahas mengenai kekerasan seksual dan bullying. Materi yang disampaikan turut memperkuat pemahaman peserta mengenai urgensi perlindungan hak asasi manusia, yang juga sejalan dengan upaya pencapaian indikator SDG 5.2 dan SDG 16.1 terkait penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, anak, dan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat melalui sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, disertai pemberian hadiah kepada dua mahasiswa tercepat dalam menjawab pertanyaan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan penyampaian closing statement yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian acara Seminar Kekerasan Seksual 2025, kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia

