
Pada hari Kamis, 19 September 2024, Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Guest Lecture dengan tema “Food Innovation for a Healthier Future: The Intersection of Technology and Tradition.” Acara ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Ts. Dr. Rovina Kobun dari Universiti Malaysia Sabah dan Agus Heri Santoso, S.T.P., M.Si., CEO Striata dari Malang.
Acara ini dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Program Studi S1 Gizi, Zahra Anggita Pratiwi, S.Gz., M.P.H. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan antusiasme dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kuliah tamu ini. Ia menekankan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan dunia pangan saat ini, khususnya dalam upaya mengintegrasikan inovasi teknologi dengan tradisi lokal. “Guest lecture ini merupakan kesempatan luar biasa bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai inovasi pangan yang berkelanjutan, dengan tujuan mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Kaprodi S1 Gizi, Zahra Anggita Pratiwi, S.Gz., M.P.H..
Acara ini berlangsung di Aula FMIPA Gedung B20 dan diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kuliah tamu ini mengangkat pentingnya inovasi pangan dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat, melalui pemanfaatan teknologi modern dan tradisi lokal.

Dr. Rovina Kobun, pakar di bidang inovasi pangan, memaparkan bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan yang lebih bergizi dan ramah lingkungan. Sementara itu, Agus Heri Santoso menyampaikan pandangannya terkait pemanfaatan ikan gabus dalam pangan fungsional.

Dalam sesi tanya jawab, antusiasme para mahasiswa terlihat jelas, terutama dari lima mahasiswa gizi yang aktif bertanya seputar functional food dan manfaat ikan gabus. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup bagaimana potensi pangan fungsional dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta peran ikan gabus dalam meningkatkan kualitas kesehatan, terutama terkait kandungan protein yang tinggi dan potensinya dalam membantu penyembuhan luka.
Inovasi pangan yang dibahas pada acara ini sejalan dengan tujuan global untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Menghadapi tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan global, inovasi yang menggabungkan teknologi dan tradisi memainkan peran penting dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas gizi, serta memberdayakan komunitas lokal.