BoneTuli adalah salah satu delegasi dari tim LIDM Universitas Negeri Malang (UM) yang berhasil maju ke babak final. Tim ini mengembangkan media pembelajaran digital berbasis aplikasi dengan bantuan bahasa isyarat untuk sistem skeletal pada pembelajaran IPA. Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah pembelajaran IPA yang kurang efektif bagi anak tunarungu di SLB ABD Kedungkandang. Kegiatan ini juga selaras dengan Sdg 4 mengenai pendidikan berkualitas dan Sdg 13 Pendidikan bahasa isyarat memungkinkan penyebaran informasi yang lebih luas tentang perubahan iklim kepada komunitas tuna rungu.

Tim yang terdiri dari empat mahasiswa UM ini dibimbing oleh Ibu Ajeng Daniarsih, S.Si., M.Si. Anggota tim termasuk Dimas Abdillah (Pendidikan Biologi 2022) sebagai ketua, Khalwa Afiana Saida (Pendidikan Biologi 2022), Halimatus Sa’diyah (Pendidikan Biologi 2020), dan Lia Anatasya (Pendidikan Luar Biasa 2022).

Pengembangan media pembelajaran ini didorong oleh masalah yang ditemukan tim saat observasi di SLB ABD Kedungkandang. Ibu Rusmiati, guru di sekolah tersebut, menyatakan bahwa literasi siswa tidak bermasalah, tetapi guru kesulitan mengajar IPA, terutama untuk materi dengan istilah ilmiah, karena keterbatasan media. Selain wawancara, tim juga melakukan survei dengan angket, dan menemukan bahwa 80% siswa merasa media yang ada tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan mereka, serta 53% guru berharap ada media yang terintegrasi teknologi dan mudah diakses.

BoneTuli hadir sebagai solusi, dilengkapi dengan aplikasi berbasis teknologi yang dirancang khusus untuk siswa tunarungu. Media ini menggabungkan bentuk fisik sistem rangka katak dengan aplikasi pembelajaran, menciptakan pengalaman belajar yang praktis, interaktif, dan menarik. Fitur BoneTuli meliputi video pembelajaran dengan komunikasi total, kuis, mini game, dan kosakata yang dilengkapi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), untuk meningkatkan motivasi dan pengalaman belajar siswa.

Pengembangan aplikasi BoneTuli melalui tahap penilaian kebutuhan, analisis awal, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi oleh ahli menunjukkan BoneTuli efektif dan memerlukan beberapa perbaikan. Dalam jangka pendek, BoneTuli akan digunakan sebagai media pembelajaran di SLB ABD Negeri Kedungkandang, dengan visi jangka panjang untuk diperluas ke sekolah-sekolah berkebutuhan khusus di wilayah Malang Raya.

Media ini mengadopsi bentuk fisik sistem rangka katak yang diintegrasikan dengan aplikasi pembelajaran guna menciptakan pengalaman belajar yang praktis, interaktif, dan menarik. Fitur yang terdapat pada media pembelajaran BoneTuli antara lain bentuk fisik sistem rangka katak dan BoneTuli Apps yang menyediakan beberapa fitur antara lain BoneTuli video yang berisi materi pembelajaran yang diterjemahkan dengan komunikasi total, Bonetuli kuis, Bonetuli mini game, dan BoneTuli kosakata yang diperkaya dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan pengalaman belajar siswa. Bonetuli Apps mampu memfasilitasi siswa tunarungu untuk menggabungkan kemampuan berbahasa dengan penggunaan media teknologi. Pengembangan BoneTuli Apps melalui model penilaian kebutuhan, analisis awal, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan bahwa BoneTuli Apps efektif dan dapat digunakan dengan beberapa perbaikan. Rencana implementasi jangka pendek melibatkan penggunaan Bonetuli sebagai media pembelajaran di SLB ABD Negeri Kedungkandang, sementara visi jangka panjangnya adalah untuk memperluas penggunaannya ke sekolah-sekolah berkebutuhan khusus di wilayah Malang Raya.