Universitas Negeri Malang (UM) terus berkomitmen dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya kegiatan co-teaching mata kuliah Kewirausahaan Gizi di Program Studi S1 Gizi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang. Kegiatan co-teaching ini memiliki beberapa tujuan yaitu mengoptimalkan proses pembelajaran; memberikan penyegaran wawasan mahasiswa dengan mendatangkan pakar ilmu dari bidang Gizi Kuliner dan Digitalisasi Konsultasi Gizi; serta meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam bidang kewirausahaan gizi, baik gizi kuliner maupun digitalisasi konsultasi gizi. Kegiatan co-teaching ini turut mendukung pencapaian SDGs 4, yaitu pendidikan berkualitas, dengan mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang relevan untuk memajukan sektor gizi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Selain mendukung SDG 4, penerapan kewirausahaan yang berkelanjutan juga dapat mendukung SDG 7, yaitu “Energi Bersih dan Terjangkau”. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang memanfaatkan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan. Misalnya, bisnis di bidang gizi yang menggunakan sumber daya energi terbarukan atau teknologi efisiensi energi dalam proses produksinya.

Kegiatan co-teaching ini menghadirkan dua praktisi dari bidang wirausaha berbeda yaitu bidang gizi kuliner berupa katering diet dan bidang jasa yaitu digitalisasi konsultasi gizi. Kegiatan Co-teaching pertama dilaksanakan tanggal 15 Maret 2024 di Gedung A-19 dengan pemateri Dhaniar Mudita, S.Gz., MP selaku pendiri dan pemilik dari Togaboga Catering. Kegiatan dimulai dengan perkenalan narasumber yang dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi mengenai katering Togaboga. Peserta antusias mengajukan pertanyaan dan diskusi dengan narasumber. Tercatat 14 pertanyaan diajukan oleh mahasiswa kepada narasumber mulai dari manajemen 6M yang diterapkan TogaBoga, tantangan mengelola TogaBoga, hingga pembeda TogaBoga dengan katering lainnya.

Kegiatan coteaching kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2024 di Gedung A-19 dengan pemateri Fildzah Karunia Putri, S.Gz., M.Sc., RD dari Konsultan Gizi Indonesia. Mahasiswa antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi mengenai peluang berwirausaha bidang layanan konsultasi gizi secara daring. Diskusi meliputi manajemen pemberian layanan hingga manajemen risiko dalam usaha bidang jasa ini.

 “Kewirausahaan gizi merupakan salah satu fokus lulusan mahasiswa Program Studi S1 Gizi UM. Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu menjadi ahli gizi yang handal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui wirausaha,” ujar Aprinia Dian Nurhayati, S.Gz., M.Si selaku dosen Kewirausaahan Gizi. Dalam kegiatan co-teaching ini, mahasiswa diajak untuk menggali ide-ide wirausaha di bidang gizi, seperti membuka usaha catering makanan sehat, klinik konsultasi gizi, atau mengembangkan produk pangan fungsional. Mahasiswa juga diberikan pembekalan tentang strategi bisnis, manajemen keuangan, dan pemasaran.

Prodi S1 Gizi UM berharap melalui kegiatan co-teaching ini, semakin banyak mahasiswa S1 Gizi yang terinspirasi untuk menjadi wirausahawan muda yang sukses dan mampu berkontribusi pada kemajuan bangsa.