{"id":10813,"date":"2024-03-18T13:47:09","date_gmt":"2024-03-18T06:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/?p=10813"},"modified":"2024-07-11T11:50:24","modified_gmt":"2024-07-11T04:50:24","slug":"dosen-prodi-gizi-um-mengikuti-pelatihan-konseling-menyusui-modul-40-jam-standar-who-unicef-kemenkes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/?p=10813","title":{"rendered":"Dosen Prodi Gizi UM Mengikuti Pelatihan Konseling Menyusui Modul 40 Jam Standar WHO\/UNICEF\/Kemenkes untuk Mendukung SDGs 3 dan 7"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dosen Program Studi S1 Gizi Universitas Negeri Malang, Aprinia Dian Nurhayati, S.Gz., M.Si. mengikuti kegiatan pelatihan sekaligus sertifikasi yang diadakan oleh PERINASIA (Perkumpulan Perinatologi Indonesia) dengan menggunakan Modul 40 jam Standar WHO\/UNICEF\/Kemenkes untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mendukung pencapaian SDGs 3, yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua, khususnya dalam konteks pemberdayaan kesehatan ibu dan anak melalui praktik konseling menyusui yang efektif. \u00a0Sementara itu, langkah-langkah untuk meningkatkan praktik menyusui juga dapat mencerminkan Sustainable Development Goal (SDG) 7, yaitu &#8220;Energi Bersih dan Terjangkau&#8221;. Meskipun tidak langsung terkait dengan energi, dukungan terhadap praktik menyusui yang berkelanjutan dapat memberikan dampak positif pada keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi jejak karbon melalui pengurangan penggunaan formula susu buatan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan in berlangsung selama 5 hari di Surabaya, Jawa Timur. Secara keseluruhan terdapat 32 sesi materi dan praktek klinik yang dipelajari dalam pelatihan ini. Tim fasilitator dalam pelatihan meliputi dokter spesialis anak (dr.Thrisia Wuryanti, MSc, SpA dan dr.Mangihut Rumiris Manulang, SpA) dan beberapa konselor menyusui dari PERINASIA (Perkumpulan Perinatologi Indonesia). Pelatihan ini berisi penjelasan teoritis mengenai teori dasar menyusui dan kendalanya, hingga praktik secara langsung bersama pasien di rumah sakit dan pasien yang didatangkan ke lokasi bersama fasilitator.\u00a0<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10814 aligncenter\" src=\"https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor1.png\" alt=\"\" width=\"914\" height=\"604\" srcset=\"https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor1.png 914w, https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor1-480x317.png 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 914px, 100vw\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 1. Seluruh peserta, panitia, dan fasilitator<\/p>\n<p>Pelatihan dimulai pada hari Senin, 5 Februari 2024 pukul 07.00 WIB dan diakhiri pada pukul 17.30 WIB di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan dimulai dengan pre-test berisi 20 pertanyaan seputar pengetahuan dan praktik menyusui. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator. Terdapat 7 sesi pada pelatihan hari pertama yang meliputi sesi pentingnya menyusui, cara kerja menyusui, hingga latihan mendengarkan dan mempelajari sebagai bentuk komunikasi konselor. Pelatihan hari kedua berlangsung pukul 07.00 hingga 17.30 WIB dengan 6 sesi materi dan kuis. Pada hari kedua terdapat sesi praktik klinik yang mendatangkan pasien ibu menyusui ke lokasi pelatihan. Kasus yang kami dapatkan adalah pasien ibu menyusui dengan penggunaan dot dan kesalahan perlekatan menyusui. Pada hari kedua, Ibu Aprinia Dian Nurhayati, S.Gz., M.Si. selaku peserta kegiatan mendapat reward sebagai peserta dengan nilai kuis yang tinggi.<\/p>\n<p>Pelatihan hari ke-3 dimulai dengan ujian kuis dan dilanjutkan dengan 7 sesi meliputi 3 sesi praktik dan 4 sesi teori. Kegiatan dimulai pukul 07.00 hingga 18.15 WIB. Teknik komunikasi hingga materi mengenai gangguan menyusu dan solusinya dipelajari pada hari tersebut. Selain itu, juga terdapat praktek konseling dengan sesama teman dan fasilitator. Ibu Aprinia Dian Nurhayati, S.Gz., M.Si. kembali mendapatkan nilai kuis yang tinggi di kelas hari ini. Pelatihan hari ke-4 dimulai dengan kuis yang dilanjutkan dengan 4 sesi teori dan 3 sesi praktik. Kegiatan dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 18.15 WIB. Sesi teori disampaikan oleh fasilitator sementara sesi praktek dilakukan dengan mendatangkan pasien ke lokasi pelatihan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10816 aligncenter\" src=\"https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor3.png\" alt=\"\" width=\"449\" height=\"612\" srcset=\"https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor3.png 449w, https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor3-220x300.png 220w\" sizes=\"(max-width: 449px) 100vw, 449px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 2. Penerimaan hadiah peserta aktif dari fasilitator pelatihan, <span lang=\"EN-US\">dr. Mangihut Rumiris Manulang, SpA<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan hari ke-5 dimulai pukul 07.00 WIB dengan materi mengenai gizi, kesehatan, dan kesuburan wanita. Pada hari terakhir ini kegiatan berisi 3 sesi materi dan praktek klinik dengan mendatangkan pasien ke lokasi praktek. Post-tes dilakukan di tengah sesi materi. Seluruh hasil ujian dan praktek dijumlahkan nilainya dan digunakan untuk menentukan kelulusan peserta pelatihan. Kegiatan diakhiri pukul 15.30 dengan pemberian sertifikat dan reward. Seluruh peserta dinyatakan lulus dan tersertifikasi sebagai Konselor Menyusui. Selain itu, Ibu Aprinia Dian Nurhayati, S.Gz., M.Si. juga mendapatkan reward sebagai peserta yang aktif dan pemenang story instagram terbaik. Kegiatan pelatihan konseling menyusui ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pembaharuan keilmuan, serta kompetensi praktik layanan konseling bagi ibu hamil dan ibu menyusui dalam persiapan laktasi. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan relasi baru yang berpotensi dalam penelitian dan pengabdian Prodi Gizi kedepannya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10815 aligncenter\" src=\"https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor2.png\" alt=\"\" width=\"479\" height=\"618\" srcset=\"https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor2.png 479w, https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor2-233x300.png 233w, https:\/\/biologi.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/konselor2-400x516.png 400w\" sizes=\"(max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: center;\">Gambar 3. <span lang=\"EN-US\">Pemberian sertifikat Konselor Laktasi<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen Program Studi S1 Gizi Universitas Negeri Malang, Aprinia Dian Nurhayati, S.Gz., M.Si. mengikuti kegiatan pelatihan sekaligus sertifikasi yang diadakan oleh PERINASIA (Perkumpulan Perinatologi Indonesia) dengan menggunakan Modul 40 jam Standar WHO\/UNICEF\/Kemenkes untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mendukung pencapaian SDGs 3, yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua, khususnya dalam konteks pemberdayaan kesehatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[120],"tags":[],"class_list":["post-10813","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kuliah-tamu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10813"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11135,"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10813\/revisions\/11135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}