Saturday , 27 May 2017
Fisiologi Hewan dan Manusia
Fisiologi Hewan dan Manusia

Fisiologi Hewan dan Manusia

Anggota:

KBK fiswan

  1. Dra. Susilowati, M.S
  2. Dr. Abdul Gofur, M.Si
  3. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si
  4. Nuning Wulandari, S.Si, M.Si
  5. Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes

Payung Penelitian

  1. Obesitas
  2. Nutrisi penunjang kesehatan
  3. Meningkatkan produksi ternak
  4. Kajian nutrigenomik
  5. Regulasi genetik metabolisme hewan dan manusia

 

Rencana Pengembangan Penelitian 

1. Kulit Buah Rambutan 

Rasional

  • Buah rambutan, sebagai buah lokal yang dimanfaatkan oleh masyarakat hanya sebagai “buah”, yang dimakan sesudah makan, dan beberapa telah dimanfaatkan untuk pembuatan makanan kaleng. Limbah buah rambutan yaitu kulitnya selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal padahal kulit buah ini kaya sekali akan antioksidan. Antioksidan ini telah berhasil diekstraksi dan telah mendapatkan Patent Metode Ekstraksi di Jurusan Biologi FMIPA UM thn 2009-2010 (Dra. Sri Rahayu Lestari, MSi).
  • Sampai saat ini di Indonesia belum ada metode ekstraksi kulit buah rambutan untuk mendapatkan antioksidannya.

Potensi yang Mendasari

  • Beberapa daerah di Indonesia memiliki sentra penghasil rambutan antara lain di Blitar, Aceh dan Jakarta. Jurusan Biologi FMIPA UM merencanakan memanfaatkan kulit buah rambutan yang berasal dari Blitar.
  • Jurusan Biologi telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan metode ekstraksi.
  • Motivasi dan minat dari Lab/KBK Bidang Kajian Fisiologi Hewan dan Manusia dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi buah rambutan sangat tinggi.

Target Pencapaian

  • Terbentuk Program Payung Penelitian tentang Kulit Buah Rambutan Lokal Jawa Timur sebagai Kandidat Terapi Obesitas.
  • Layanan ekstraksi buah rambutan secara khusus dan secara umum semua buah yang ada di Indonesia yang memiliki karakteristik seperti buah rambutan.

 

Kedelai Hitam

Rasional

  • Pergeseran konsumsi masyarakat pada saat ini telah bergeser dari bahan makanan hewani ke bahan makanan nabati. Salah satu bahan makanan nabati yang telah diketahui kaya akan anti oksidan adalah kedelai hitam dan salah satu varietasnya adalah detam 2 yang sedang dikembangkan oleh Balitkabi Malang. Kedelai hitam ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain untuk pembuatan kecap dan beberapa minuman sari kedelai.
  • Kedelai hitam sebagai salah satu sumber antioksidan akan diteliti di Jurusan Biologi FMIPA UM sebagai salah satu kajian yang diproyeksikan sebagai nutrisi sehat, khususnya pada penderita atherosklerosis, yang sampai ini di Indonesia belum banyak dilakukan.

Potensi yang Mendasari

  • Produksi kedelai hitam telah banyak dilakukan di beberapa Balitkabi di seluruh Indonesia, khususnya di Malang akan dimanfaatkan sebagai mitra Jurusan Biologi FMIPA UM dalam pelaksanaan rencana pengembangannya.
  • Jurusan Biologi telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaan dan diharapkan akan bermitra dengan Fakultas Biologi UB. 3) Motivasi dan minat dari Lab/KBK Bidang Kajian Fisiologi Hewan dan
    Manusia dan mahasiswa untuk mengembangkan kedelai hitam sebagai nutrisi sehat.

Target Pencapaian

  • Terbentuk Program Payung Penelitian tentang Kulit Buah Rambutan Lokal Jawa Timur sebagai Kandidat Terapi Obesitas.
  • Menyajikan informasi tentang kandungan berbagai zat pada kedelai hitam detam 2 dan manfaatnya bagi kesehatan masyarakat.