Monday , 25 September 2017
Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan Tumbuhan
Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan Tumbuhan

Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan Tumbuhan

Anggota:

KBK KJT

  1. Dr. Betty Lukiati, M.Si
  2. Dr. Dahlia, M.S
  3. Ir. Nugrahaningsih, M.P
  4. Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si

Payung Penelitian

  1. Eksplorasi Potensi Kandungan pigmen Tumbuhan
  2. Eksplorasi kandungan metabolit sekunder
  3. Eksplorasi potensi ekstrak tanaman obat
  4. Rekayasa biosintetik metabolit sekunder tanaman lewat kultur jaringan
  5. Regulasi genetik metabolisme tumbuhan

Rencana Pengembangan

Banyak kasus/permasalahan terkait kesehatan sebagai akibat pola hidup cenderung memilih yang lebih instan terutama dalam hal makanan dan berdampak pada kesehatan. Pola makan yang kurang memperhatikan kesehatan berakibat pada timbulnya berbagai penyakit yang terkait dengan metabolisme dalam tubuh. Penyakit akibat kesalahan metabolism juga dapat disebabkan bahan aditif pada makanan seperti pewarna makanan, penambah aroma makanan, maupun pengawet makanan. Bahan aditif yang biasa digunakan pada produk makanan umumnya merupakan bahan sintetis yang dapat menimbulkan penyakit metabolism dan degenerative pada segala usia. Pengobatan penyakit ini biasanya menggunakan obat-obat kimia yang dapat mengakibatkan efek samping.

Pemanfaatan kandungan senyawa aktif tumbuhan sebagai bahan alam merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan sebagai bahan obat dan terapi penyakit metabolic maupun degenerative sebagai pengganti obat kimia. Kandungan senyawa aktif tumbuhan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aditif untuk produk makanan yang lebih aman. Eksplorasi potensi kandungan senyawa aktif tumbuhan untuk bahan obat herbal dan bahan aditif produk makanan sangat diperlukan.
Produk senyawa aktif tumbuhan dapat dihasilkan dalam skala besar, dalam waktu singkat, serta tidak memerlukan lahan yang luas dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Manipulasi hormon serta penambahan elisitor dalam medium kultur diharapkan dapat meningkatkan kandungan senyawa aktif pada tumbuhan.