Saturday , 18 November 2017
Genetika dan Biologi Molekular
Genetika dan Biologi Molekular

Genetika dan Biologi Molekular

Anggota: 

biomol

  1. Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd
  2. Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd
  3. Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si
  4. Dr. Umie Lestari, M.Si
  5. Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si

Bidang kajian:
proses fertilisasi
produksi ternak
pengobatan kanker dan tumor
pemetaan genetik spesies endemik

Deskripsi singkat:
Pesatnya perkembangan teknologi di bidang Biologi terutama teknik biologi Molekuler memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu Biologi khususnya dalam bidang Genetika, Biologi Perkembangan, Reproduksi,
Biodiversitas/Biosistematika, Ekologi, Mikrobiologi, Biokimia, Biologi Sel, serta bidang terkait lainnya. Banyak kasus/permasalahan terkait kesehatan yang perlu dianalisa lebih mendalam agar memperoleh suatu gambaran yang utuh, dengan menggunakan pendekatan biologi molekuler.

  1. Dalam bidang reproduksi, pengembangan metode hambatan fertilitas dengan prinsip induksi respon imun, dengan target ikatan reseptor dan ligand yang terdapat pada sel telur dan spermatozoa, merupakan salah satu solusi dalam penurunan fertilitas. Dengan analisis proteomik pada membran spermatozoa, akan memberikan informasi tentang berbagai protein membran yang imunogenik yang berpeluang besar dikembangkan menjadi antibodi poliklonal maupun monoklonal.
  2. Dalam bidang peternakan, salah satu upaya peningkatan potensi produksi ternak sapi lokal Indonesia adalah dengan memperhatikan sistem perkawinan sapi. Sistem perkawinan hewan ternak akan lebih memperoleh data akurat apabila diketahui kualitas struktur dan motilitas individu sperma sapi yang dikawinkan ditinjau dari sisi biologi molekuler protein membran sperma yang terlibat dalam motilitas yaitu enzim ATP ase yang terkait energi. Selama ini, kontrol terhadap sperma sapi lebih difokuskan pada data mikroskopis.
  3. Sebagai langkah kajian terapan di dalam upaya pengembangan dan konservasi hewan ternak, unggas, insekta maka pengenalan dan pemetaan struktur genetik untuk mengetahui lebih jauh karakter genetik hewan ternak perlu dilakukan, salah satunya melalui identifikasi keragaman protein darah.
  4. Photodinamik terapi merupakan salah satu metoda pengobatan pada penyakit kanker dan tumor. Hambatan sel kanker didasarkan pada radiasi bahan photosetitizer yang berupa nanopartikel. Potensi nano partikel untuk upaya reduksi proliferasi sel kanker payudara MCF-7 dan servik, perlu dikaji lebih mendalam selain menggunakan pendekatan seluler juga dengan biologi molekuler. Informasi tentang kaskade protein kinase dalam sel, akan dapat menggambarkan fisiologi seluler sel kanker tersebut. Dengan analisis protein sel kanker dapat diperoleh gambaran tentang protein sel kanker yang tereduksi.