Saturday , 27 May 2017

Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Visi  
Menjadi program profesi guru yang unggul dan menjadi rujukan dalam pengembangan guru profesional bidang pembelajaran biologi.
Misi  

  • Menyelenggarakan workshop PPG biologi yang berpusat pada peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.
  • Menyelenggarakan penelitian dalam bidang pendidikan biologi yang temuannya bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pendidikan biologi
  • Menyelenggarakan tata pamong program profesi guru biologi yang otonom, akuntabel, dan transparan yang menjamin peningkatan kualitas berkelanjutan.

Tujuan
Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan, Program Pendidikan Profesi Biologi merumuskan tujuan sebagai berikut.

  • Menghasilkan guru profesional yang cerdas, religius, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu berkembang secara profesional.
  • Menghasilkan karya ilmiah dan karya kreatif yang unggul dan menjadi rujukan dalam pendidikan biologi.
  • Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pendidikan biologi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
  • Menghasilkan kinerja Program Pendidikan Biologi yang efektif dan efisien untuk menjamin pertumbuhan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang berkelanjutan.

 

Kurikulum Workshop SSP
Kurikulum PPG dirancang dalam 2 semester dengan sistem blok dan berasrama. Pada semester I kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Workshop Subject Specific Pedagogy (SSP). Kegiatan pada semester II diselenggarakan dalam bentuk Program Pengalaman Lapangan (PPL) secara intensif. Workshop SSP PPG Pendidikan Biologi adalah sebagai berikut.

  1. PBIO701. Pengembangan dan Pemantapan Perangkat Pembelajaran Keanekaragaman Hayati (4 sks)
  2. PBIO702. Pengembangan dan Pemantapan Perangkat Pembelajaan Ekosistem dan lingkungan (2 sks)
  3. PBO703. Pengembangan dan Pemantapan Perangkat Pembelajaran Berbagai Sistem Dalam Kehidupan Manusia (4 sks)
  4. PBO704. Pengembangan dan Pemantapan Perangkat Pembelajaan Struktur dan Fungsi Sel/Jaringan (3 sks)
  5. PBO705. Pengembangan dan Pemantapan Perangkat  Pembelajaran Metabolisme (3 sks)
  6. PBO706. Pengembangan dan Pemantapan Perangkat  Pembelajaran Heriditas, Evolusi, dan Bioteknologi (4 sks)
  7. PBO707. Perancangan Penelitian Tindakan Kelas (2 sks)
    Jumlah SKS = 22

Workshop SSP adalah suatu pembelajaran berbentuk lokakarya yang bertujuan untuk menyiapkan peserta Program PPG agar mampu (1) menguasai materi ajar atau substansi bidang studi biologi, (2) merancang materi dan perangkat pembelajaran biologi, (3) mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran biologi dan merancang alternatif perbaikannya, (4) melaksanakan pembelajaran biologi secara profesional, serta (5) mengembangkan sikap positif dalam mengelola pembelajaran biologi.

Pelaksanaan Workshop SSP
Pelaksana kegiatan adalah Prodi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri. Kegiatan dilakukan dalam sistem Blok.Pada semester I, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Workshop Subject Specific Pedagogy (SSP) yang dilakukan di Prodi Pendidikan Biologi. Kegiatan pada semester II diselenggarakan dalam bentuk Program Pengalaman Lapangan (PPL) secara intensif, yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi bermitra dengan sekolah mitra, baik tingkat SMP maupun SMA.

Pelaksanaan workshop secara umum dikelola secara siklis, dengan satu siklus selama 5 hari. Hari pertama sampai hari ketiga dilakukan Pleno 2 dan Diskusi Kelompok. Setiap hari Pleno 2 dilakukan pada jam ke 1-5 sedangkan diskusi kelompok dilakukan pada jam ke 6-8. Pada hari keempat dilakukan Kerja kelompok/mandiri dan Pleno 3. Hari kelima dilakukan kegiatan Peer Teaching dan Persetujuan RPP.

1.    Pleno 1
Pleno 1 merupakan materi bekal PPG dari Universitas, fakultas, dan Jurusan (program Studi).

2.    Pleno 2 atau Pemantapan Materi. Workshop Pleno 2 ini tahapannya adalah sebagai berikut.

  1. Pemantapan atau penguatan materi, baik substansi bidang studi maupun pedagogik dan sistem pembelajaran (tahap ini selalu dilakukan sebelum workshop pengemasan perangkat pembelajaran)
  2. Pada tahap awal workshop, diawali dengan penjelasan teknis, meliputi tujuan workshop dan capaian-capaian workshop, yaitu untuk menghasilkan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar, media pembelajaran, dan perangkat evaluasi)
  3. Selanjutnya, Dosen Pembimbing (DP), Dosen Pengampu Bidang Studi (DPBS), dan Guru Pamong (GP) memimpin brain storming untuk menelaah kurikulum, sistem pembelajaran dan evaluasi sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan peserta didik, sehingga peserta workshop dapat menemukan tema dan materi pembelajaran yang akan diajarkan.

3.    Diskusi Kelompok

  1. Hasil pleno 1 selanjutnya dibahas dalam diskusi kelompok, antara lain untuk sinkronisasi SK dan KD, memilih pendekatan, strategi dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Diskusi kelompok difasilitasi oleh DP, DPBS, dan GP.Dalam diskusi kelompok ini pendekatan dan strategi diarahkan pada pengembangan keterampilan proses dan keterampilan berpikir sebagai pengembangan karakter siswa.
  2. Jika dalam diskusi kelompok ini teridentifikasi peserta kurang dan atau mengalami kekeliruan konseptual materi maka dosen pengampu mapel segera melakukan pendalaman dan atau pelurusan konseptual.
  3. Hasil dari diskusi kelompok adalah kesiapan peserta dengan tema dan atau materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran, rancangan bahan ajar, serta media pembelajaran yang akan digunakan untuk pengembangan RPP, bahan ajar, dan media pembelajaran, serta alat evaluasi

4.    Kerja Kelompok/ Mandiri
Dalam tahap ini peserta secara kelompok dan atau mandiri menyusun:
a.     RPP
b.     Bahan ajar
c.     Media pembelajaran
d.     Instrumen evaluasi
e.     Pendukung pembelajaran lainnya.

5.    Pleno 3
Hasil dari kerja kelompok dan atau mandiri selanjutnya dibawa ke dalam pleno tahap 3. Pleno 3 ini bertujuan:

  1. memaparkan hasil kerja kelompok dan atau mandiri,
  2. mendapatkan feedback dari DP, DBP, GP, serta teman sejawat. Jika dari Pleno 3 dinyatakan RPP dan kelengkapannya harus direvisi maka peserta diberikan kesempatan untuk merevisi.

6.    Peer Teaching dan Persetujuan RPP
RPP yang sudah dinyatakan lengkap ditampilkan dalam peer teaching. Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan feed back dari DP, DBP, GP, serta teman sejawat. Proses peer teaching ini selain memberi masukan pada keterampilan mengajar peserta juga merupakan pengambilan keputusan mengenai kelayakan dan kelengkapan RPP. Jika RPP dan kelengkapannya dinyatakan benar dan layak digunakan untuk PPL, maka DP dan GP berhak menyetujui RPP.

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
A.    Hakikat
PPL PPG merupakan matakuliah yang mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan praktik pembelajaran agar siap menjadi tenaga kependidikan yang profesional.Praktik pembelajaran didasarkan pada hasil kinerja peserta selama Workshop SSP.

B.    Tujuan
Tujuan diselenggarakannya PPL adalah agar peserta PPG menjadi pendidik profesional yang memiliki seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan empat kompetensi pendidik (kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional) secara utuh melalui kegiatan praktik pembelajaran nyata di sekolah. Tujuan di atas dijabarkan sebagai berikut.

  1. Melakukan pemantapan kemampuan profesional guru.
  2. Mendemonstrasikan kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran.
  3. Melakukan perbaikan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
  4. Mendalami karakteristik peserta didik dalam rangka memotivasi belajarnya.
  5. Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelas dan mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut secara individu maupun kelompok.
  6. Menerapkan pembelajaran inovatif yang bertolak dari suatu permasalahan pembelajaran.
  7. Menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik.
  8. Melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya mengembangkan profesionalitas guru.

C.    Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PPL
1.  Sistem
PPL menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan reflektif dalam bentuk siklus dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan relevan dengan perangkat pembelajaran dan RPP.Supervisi klinis adalah suatu bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada guru/ calon guru sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan sikap yang profesional.
Pelaksanaan supervisi klinis dengan prinsip-prinsip (1) hubungan kolegial dan interaktif yang intim dan terbuka; (2) pertemuan untuk musyawarah  secara demokratis; (3) sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta; (4) pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk memantapkan rencana kegiatan selanjutnya; serta (5) mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab peserta.

2.  Prosedur dan Kegiatan
Prosedur dan kegiatan PPL dilakukan dengan pola blok selama satu semester, yaitu pada semester II tahun akademik PPG. Pada semester I peserta menyelesaikan WorkshopSSP yang menghasilkan perangkat dan RPP untuk semua materi pada semua jenjang satuan pendidikan (SMP dan SMA).Pada semester II peserta mengimplementasikan perangkat dan RPP sesuai dengan kalender akademik di sekolah mitra.
PPL dengan pola blok dilaksanakan dengan kegiatan berikut.
a.    Persiapan PPL (observasi dan orientasi di sekolah mitra).
b.    Praktik mengajar terbimbing.
c.    Praktik mengajar mandiri.
d.    Ujian praktik mengajar.
PTK dilaksanakan di sela-sela waktu praktik pembelajaran menyesuaikan dengan jadwal pembelajaran sekolah mitra.Dalam hal ini DP dan GP berperan sebagai pengamat.Teman sejawat juga diperkenankan menjadi pengamat.