Sunday , 19 November 2017
Produktivitas Primer Bersih di Perairan Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang dalam Hubungan dengan Kesuburan Perairannya
Produktivitas Primer Bersih di Perairan Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang dalam Hubungan dengan Kesuburan Perairannya

Produktivitas Primer Bersih di Perairan Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang dalam Hubungan dengan Kesuburan Perairannya

ABSTRAK

Kristiani, Aty. 2011. Produktivitas Primer Bersih di Perairan Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang dalam Hubungan dengan Kesuburan Perairannya. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ibrohim, M. Si, (II) Drs. Fathurrahman, M. Si.
Kata kunci : produktivitas primer bersih, ranu pakis, kesuburan perairan.

Produktivitas primer bersih adalah laju penyimpanan bahan organik di dalam jaringan-jaringan tumbuhan, kelebihan dari penggunaan respirasi oleh tumbuhan selama jangka waktu pengukuran. Umumnya faktor pemanfaatan suatu perairan ditentukan oleh tingkat kesuburan perairan,yang dapat diukur dengan kelimpahan produsen primer yang terdapat di perairan tersebut. Keberadaan produsen primer (fitoplankton) di dalam ekosistem perairan sangat penting, karena dapat menunjang kelangsungan hidup organisme air lainnya.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana nilai produktivitas primer bersih pada masing-masing stasiun di perairan Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, selanjutnya untuk mengetahui bagaimanakah nilai produktivitas primer bersih disetiap stasiun pengambilan sampel pada masing-masing kedalaman, serta untuk mengetahui pengaruh faktor abiotik manakah (suhu, pH, turbiditas, intensitas cahaya dan konduktivitas) yang paling menentukan tingkat produktivitas primer bersih di perairan Ranu Pakis.
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Februari 2011 sampai 19 Maret 2011 di perairan Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali ulangan di tiap kedalaman (kedalaman 10 cm, 70 cm dan 130 cm) pada 3 stasiun yakni stasiun A (inlet), stasiun B (tengah) dan stasiun C (outlet) dengan waktu pengambilan sebanyak 4 kali pengambilan data. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif, karena ingin mengetahui nilai produktivitas primer bersih perairan Ranu Pakis serta peranan faktor lingkungan biotik dan abiotik terhadap tingkat produktivitas primer. Pengukuran produktivitas primer bersih dilakukan dengan menggunakan metode oksigen botol gelap terang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produktivitas primer bersih tertinggi terdapat pada stasiun B (tengah) yakni sebesar 1092,089 mg/C/m3/hari dibandingkan dengan stasiun C (outlet) dan A (inlet). Selanjutnya dari semua stasiun menunjukkan bahwa nilai produktivitas primer bersih tertinggi berdasarkan masing-masing kedalaman terdapat pada kedalaman 1, yakni pada stasiun B sebesar 1256,830 mg/C/m3/hari, pada stasiun C sebesar 992,827 dan pada stasiun A sebesar 975,936 mg/C/m3/hari.
Semua faktor lingkungan abiotik pada semua stasiun, seperti suhu, pH, konduktivitas, turbiditas, dan intensitas cahaya mempengaruhi tingkat produktivitas primer bersih di perairan Ranu Pakis, tetapi faktor abiotik yang memberikan sumbangan terbesar terhadap nilai produktivitas primer bersih nya adalah suhu dengan R2 total sebesar 2,9%. Sementara untuk tiap stasiun, faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap masing-masing stasiun yakni stasiun A (inlet) adalah turbiditas, stasiun B (tengah) adalah intensitas cahaya, suhu, pH dan turbiditas, stasiun C (Outlet) adalah intensitas cahaya.