Wednesday , 26 July 2017
Pengembangan Modul Biologi dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UM
Pengembangan Modul Biologi dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UM

Pengembangan Modul Biologi dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UM

ABSTRAK

Wulandari, Dianti. 2016. Pengembangan Modul Biologi dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.
Kata Kunci: modul, POE, Sistem Ekskresi, motivasi, hasil belajar

Model POE dapat membangun pengetahuan, memotivasi, dan meningkatkan pemahaman konsep sains siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, SMP Laboratorium UM merupakan sekolah yang menerapkan sistem modul. Namun modul yang digunakan belum dikemas secara menarik dan belum adanya gambar/ilustrasi yang mendukung, sehingga motivasi belajar siswa masih rendah yaitu hanya sebesar 54%. Akibatnya, hasil belajar siswa juga rendah, ditunjukkan dengan hasil belajar pada Sistem Ekskresi yang masih sekitar 29% siswa memiliki nilai di bawah KKM. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui pengembangan modul dengan model POE pada Sistem Ekskresi.
Modul ini dikembangkan dengan mengadaptasi 7 tahap pada model pengembangan Borg and Gall. Tahapan-tahapan tersebut adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft produk awal, uji coba lapangan awal, revisi produk utama, uji coba lapangan utama, dan revisi produk operasional. Data yang diperoleh meliputi data validasi, data uji coba, motivasi dan hasil belajar. Data validasi diukur dengan angket validasi oleh ahli pembelajaran, ahli materi, dan ahli penerapan lapangan. Data uji coba berupa angket yang diisi oleh siswa. Motivasi belajar diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh John Keller, yaitu ARCS. Hasil belajar yang diukur meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
Hasil analisis data angket validasi oleh ahli pembelajaran diperoleh rata- rata sebesar 94,1% untuk modul guru dan 95,3% untuk modul siswa. Rata-rata yang diperoleh dari angket validasi oleh ahli materi dan ahli penerapan lapangan adalah 93,6% dan 94,6%. Hasil uji coba pada 34 siswa diperoleh rata-rata 86%. Berdasarkan hasil tersebut, modul dikategorikan sangat valid. Modul yang dikembangkan ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Ditunjukkan dengan hasil motivasi belajar siswa yang diperoleh sebelum menggunakan modul sebesar 3,5 dan setelah menggunakan modul sebesar 3,94. Kemudian hasil belajar kognitif ditunjukkan dengan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 69,8 dan 79,6. Selain itu ditunjukkan juga dengan hasil belajar psikomotor yang memiliki rata-rata nilai pada praktikum 1 dan 2 sebesar 73, praktikum 3 sebesar 75, dan praktikum 4 sebesar 80. Selanjutnya untuk hasil belajar afektif siswa diperoleh dengan rentangan nilai 58 sampai 92, yaitu 8 siswa dengan kriteria cukup, 25 siswa dengan kriteria baik, dan 1 siswa dengan kriteria amat baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*