Wednesday , 26 July 2017
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model PBL yang dipadu dengan TGT untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada Materi Sistem Ekskresi
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model PBL yang dipadu dengan TGT untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada Materi Sistem Ekskresi

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model PBL yang dipadu dengan TGT untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada Materi Sistem Ekskresi

ABSTRAK

Putri, A.R.K. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model PBL yang dipadu dengan TGT untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.
Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, PBL, TGT, sistem ekskresi

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu wujud persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum melakukan proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru dan siswa terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran materi sistem ekskresi di SMA Negeri 8 Malang, yaitu: penerapan model PBL yang kurang terlaksana dengan baik, tingkat ketuntasan siswa hanya 78% dari ketuntasan klasikal yaitu sebesar 85%, dan minat siswa yang rendah dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan instrumen penilaian pada materi sistem ekskresi, (2) mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan perangkat pembelajaran model PBL yang dipadu dengan TGT pada sistem ekskresi.
Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penelitian ini tidak melakukan tahapan disseminate (penyebaran) karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Produk penelitian dan pengembangan ini divalidasi oleh tiga validator yang meliputi ahli pendidikan, ahli materi, dan praktisi lapangan. Setelah diketahui tingkat kelayakan berdasarkan hasil validasi, dilakukan revisi terkait dengan saran dan komentar yang diberikan oleh validator. Tahapan selanjutnya adalah uji coba produk dalam satu kelas yaitu kelas XI MIA 5 untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan tingkat keefektifan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perangkat pembelajaran memiliki persentase kevalidan sebesar 96,06% dengan kriteria sangat valid, persentase kepraktisan sebesar 91,34% dengan kriteria sangat praktis, dan persentase keefektifan sebesar 86,11% dengan kriteria efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran Biologi untuk siswa kelas XI pada materi sistem ekskresi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*