Thursday , 15 November 2018
Penerapan Strategi Inkuiri dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses, Aktivitas, dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Pandaan
Penerapan Strategi Inkuiri dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses, Aktivitas, dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Pandaan

Penerapan Strategi Inkuiri dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses, Aktivitas, dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Pandaan

ABSTRAK

Khoiriyah, Lailatul. 2008 . “Penerapan Strategi Inkuiri dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses, Aktivitas, dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Pandaan”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D, (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si.

Kata kunci : keterampilan proses, aktivitas, hasil belajar.

Pembelajaran biologi adalah pembelajaran tentang makhluk hidup dan lingkungannya yang umumnya merupakan benda atau gejala alam yang keberadaannya atau kejadiannya dapat diamati dengan indera. Hal itu berarti melatih siswa menggali fakta melalui pengamatan untuk menemukan masalah, sehingga tertantang untuk mencari jawaban melalui eksperimen yang akhirnya diperoleh pengetahuan.
Kegiatan belajar mengajar biologi di sekolah tempat penelitian berlangsung, secara umum belum berlangsung sesuai harapan, yaitu mengaktifkan siswa untuk memperoleh konsep sendiri, melainkan kegiatan ceramah masih dominan, mengerjakan LKS, dan presentasi kelompok. Hal itu tampak kurang menarik siswa yang terlihat dari sikap atau perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, seperti bicara sendiri, kurang aktif, mengantuk, jarang bertanya, serta saat ditanya banyak yang belum bisa menjawab. Akibatnya hasil belajar siswa tidak mencapai target yang diharapkan.
Salah satu penyebab hal ini adalah strategi pembelajaran yang cenderung bersifat satu arah, hanya mengejar target menyampaikan materi, siswa cenderung pasif, banyak menghafal sedikit memahami, karena pengetahuan siswa tidak terbentuk melalui proses ilmiah. Dari kenyataan di atas, maka sangat penting guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, komunikasi dua arah, menanamkan pemahaman konsep sebelum menghafal serta terampil dalam proses untuk memperoleh konsep yang baru. Strategi tersebut adalah strategi inkuiri.
Penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tujuan, yaitu (1) Meningkatkan keterampilan proses siswa. (2) Meningkatkan aktivitas siswa. (3) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 1 Pandaan dalam mempelajari sistem sirkulasi dan sistem pencernaan pada manusia dan hewan melalui metode inkuiri.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif karena data penelitian dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa teknik statistik (Ibnu, 2003). Adapun jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMAN 1 Pandaan dan peneliti. Analisis data berupa analisis kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif model alir (flow) Milles dan Huberman dalam Wahyono (2004:25). Model ini terdiri dari tiga komponen yang dilakukan berurutan yaitu, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan pada siklus 1 keterampilan proses siswa merumuskan masalah 87,4% menjadi 93.5% pada siklus 2, keterampilan mengumpulkan data/informasi 93.5% pada siklus 1 menjadi 100% pada siklus 2, keterampilan merumuskan hipotesis 82.4% pada siklus 1 menjadi 89.1% pada siklus 2, melakukan uji hipotesis pada siklus 1 dan siklus 2 sama yaitu 100%, keterampilan menganalisis data 34.1% pada siklus 1 menjadi 100% pada siklus 2, dan keterampilan membuat kesimpulan 74.9% pada siklus 1 menjadi 79.7% pada siklus 2. Aktivitas siswa yang meliputi aktivitas bertanya dan menjawab serta berpendapat mengalami penurunan frekuensi dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 71.4% pada siklus 1 menjadi 28.6% pada siklus 2. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus 2 dibandingkan dengan siklus 1. Pada siklus 1 hasil belajar siswa pada aspek kognitif 67.39% dan pada siklus 2 adalah 73.91% mengalami peningkatan 6.52% dari siklus 1. Pada siklus 1 hasil belajar siswa pada aspek afektif 68.53% dan pada siklus 2 adalah 70.92% mengalami peningkatan 2.39% dari siklus 1. Pada siklus 1 hasil belajar siswa pada aspek psikomotor 76.02% dan pada siklus 2 adalah 85.08% mengalami peningkatan 9.06% dari siklus 1.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat diperkirakan mampu meningkatkan keterampilan proses, aktivitas, dan hasil belajar siswa adalah menggunakan strategi inkuiri dalam proses pembelajaran IPA dengan metode yang tepat sesuai topik yang dipelajari, melaksanakan strategi inkuiri dikolaborasi dengan strategi pembelajaran yang lain, dan mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*