Saturday , 27 May 2017
Penerapan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Kelas X-5 di SMA Negeri 10 Malang
Penerapan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Kelas X-5 di SMA Negeri 10 Malang

Penerapan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Kelas X-5 di SMA Negeri 10 Malang

ABSTRAK

Handayani, Sri. 2008. Penerapan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Kelas X-5 di SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Margono, M.A (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.
Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), Motivasi belajar, Hasil belajar.

Penelitian ini bertolak dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan peneliti sehingga ditemukan adanya permasalahan mengenai rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar dalam mata pelajaran biologi di SMA Negeri 10 Malang khususnya kelas X-5. Orientasi pembelajaran dikelas X-5 pada umumnya masih berpusat pada guru dan menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-5 dengan menerapkan Problem Based Learning (PBL) dalam mata pelajaran biologi di SMA Negeri 10 Malang.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sedangkan jenis penelitian tindakan kelas dengan 4 siklus. Subyek dari penelitian ini adalah kelas X-5 di SMAN 10 Malang dengan jumlah 40 siswa. Setiap siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, angket motivasi belajar dan tes belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase ketercapaian motivasi belajar (motivasi individu, motivasi kelompok dan motivasi kelas) dan hasil belajar siswa (ranah kognitif).
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase pada motivasi belajar siswa dari sebelum diberi tindakan hingga setelah tindakan PBL dilakukan dari siklus I sampai siklus IV. Persentase motivasi kelas sebelum tindakan dikategorikan sangat rendah, setelah diberi tindakan pada siklus I sebesar 38,5%; siklus II 42,78%; siklus III 55,92% dan siklus IV 63,42%. Hasil belajar siswa untuk ranah kognitif juga mengalami peningkatan dari sebelum tindakan hingga setelah tindakan dengan pembelajaran PBL dari siklus I sampai siklus IV. Pada prasiklus diperoleh rerata 48,1 dan daya serap klasikalnya 15% sedangkan rerata siklus I 59,12 dan daya serap klasikal sebesar 27,5%; siklus II rerata 73,82 dan daya serap klasikal sebesar 70%; siklus III rerata 77,2 dan daya serap klasikal sebesar 82,5% dan siklus IV reratanya 88,42 dan daya serap klasikal sebesar 95%. Adanya peningkatan antara motivasi dan hasil belajar siswa tersebut juga dipengaruhi peran guru atau peneliti di dalam kelas saat menerapkan strategi Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas X-5 di SMAN 10 Malang. Penerapan Problem Based Learning (PBL) yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi mata pelajaran biologi sangat dianjurkan sebagai alternatif dan solusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*