Saturday , 18 November 2017

Penerapan Inkuiri dalam Pembelajaran Kooperatif Model STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Keanekaragaman Hayati Kelas VII-G Semester 1 SMP Negeri I Kepanjen Tahun Ajaran 2007/2008

ABSTRAK

Estuningtyas, Finnarizky. Penerapan Inkuiri dalam Pembelajaran Kooperatif Model STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Keanekaragaman Hayati Kelas VII-G Semester 1 SMP Negeri I Kepanjen Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd. (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S.

Kata kunci: hasil belajar, aktivitas belajar, pembelajaran koperatif model STAD

Berdasarkan observasi kelas VII-G SMP Negeri 1 Kepanjen, metode pem-belajaran yang digunakan oleh guru adalah diskusi dan tanya jawab yang dilengkapi penjelasan materi oleh guru, namun guru masih sulit memacu siswa untuk lebih aktif belajar seperti bertanya dan mengemukakan pendapat. Metode pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah metode pembelajaran kooperatif. Pembel-ajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi, bertukar pikiran, berpendapat, dan mengemukakan gagasannya dengan bebas. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Belajar inkuiri menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kepanjen melalui penerapan inkuiri dalam pembelajaran model STAD.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kepanjen pada bulan September-Oktober 2007. Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas VII-G SMP Negeri 1 Kepanjen yang berjumlah 36 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data penelitian ini berupa aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan melalui lembar obervasi. Data kemajuan hasil belajar siswa dikumpulkan melalui pemberian kuis. Siswa men-capai ketuntasan belajar jika telah mencapai skor ≥ 70, ketuntasan belajar klasikal apabila 85% atau lebih siswa yang mencapai skor ≥ 70.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan. Aktivitas belajar Saling ketergantungan positif pada siklus I sebesar 54,28%, meningkat menjadi 63,80% pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 73,33% pada siklus III, dan meningkat lagi menjadi 83,33% pada siklus IV. Interaksi tatap muka pada siklus I sebesar 77,14%, meningkat menjadi 82,85% pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 86,11% pada siklus III, dan meningkat lagi menjadi 97,22% pada siklus IV. Tanggungjawab perseorangan pada siklus I sebesar 69,52%, meningkat menjadi 83,80% pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 90,47% pada siklus III, dan meningkat lagi menjadi 98,9% pada siklus IV. Keterampilan antar-personal pada siklus I sebesar 48,57%, meningkat menjadi 51,42% pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 61,42% pada siklus III, dan meningkat lagi menjadi 85,71% pada siklus IV. Aktivitas belajar Inkuiri siswa mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I sebesar 59,42%, meningkat menjadi sebesar 74,28% pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 88,57% pada siklus III, dan meningkat lagi menjadi 95,42% pada siklus IV.
Rata-rata nilai kuis akhir siswa mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I sebesar 77,14, meningkat menjadi 77,64 pada siklus II, kemudian meningkat menjadi sebesar 81,25 pada siklus III, dan meningkat lagi menjadi 89,16 pada siklus IV.Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk menerapkan belajar inkuiri dalam pembelajaran kooperatif model STAD pada pokok bahasan yang lain untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas VII.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*