Wednesday , 26 July 2017
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Cooperative Script Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Cooperative Script Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Cooperative Script Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang

ABSTRAK

Nurdiansah, D1a. 2008. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Cooperative Script Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing:
(I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd; (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si.
Kata Kunci: Cooperative script, Kemampuan berpikir kritis, Hasil belajar

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan menyiapkan siswa agar memiliki hubungan sosial yang sehat akhir-akhir ini banyak dikembangkan melalui pembelajaran kooperatif. Salah satunya adalah cooperative script. Sejumlah studi tentang cooperative script ini telah konsisten menemukan bahwa siswa yang belajar dengan cara ini dapat belajar dan mengendapkan materi lebih banyak daripada siswa yang membuat ringkasannya sendiri atau mereka yang hanya sekedar membaca materi pelajaran itu. Ada suatu hal yang menarik, siswa mendapatkan peningkatan hasil belajar dari aktivitas ini, peningkatan yang lebih besar diperoleh untuk bagian materi saat siswa mengajarkan bagian materi itu kepada pasangannya daripada materi saat siswa berperan sebagai pendengar (Spurlin, dkk dalam Nur & Wikandari, 2004). Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai ilmu yang terus berkembang tidak hanya dibutuhkan keterampilan dalam memahami tetapi juga perlu adanya proses berpikir dari siswa. Salah satu indikator keberhasilan suatu pembelajaran adalah adanya peningkatan dalam proses berpikir siswa yang biasanya dikenal dengan istilah berpikir kritis.
Permasalahan pembelajaran biologi di SMP Negeri 21 Malang, berdasar hasil wawancara dengan guru biologi, khususnya dengan koodinator bidang studi biologi, bahwa masalah pembelajaran biologi selama ini dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1) pembelajaran biologi belum melatih siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu untuk menciptakan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi, 2) pengajaran biologi yang menerapkan model pembelajaran cooperative script belum pernah dilakukan, 3) konsep biologi (sistem ekskresi) dibutuhkan siswa untuk mengenal dirinya lebih lanjut, dan 4) penguasaan konsep biologi sistem ekskresi belum memuaskan dari segi hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan permasalahan pembelajaran biologi di SMP Negeri 21 Malang, sebagai sekolah negeri yang ingin mengem-bangkan proses dan output pembelajaran maka penerapan strategi inovatif banyak dikembangkan di sekolah ini termasuk pembelajaran cooperative script. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model cooperative script.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2008. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A semester 2 di SMP Negeri 21 Malang. Jumlah siswa kelas VIII-A laki-laki adalah 23 siswa, sedangkan siswa perempuan berjumlah 24 siswa. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap penelitian tindakan berupa siklus spiral yang meliputi kegiatan: 1) perencanaan, 2) pemberian tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi, yang membentuk siklus demi siklus sampai penelitian tuntas, sehingga diperoleh data yang dapat dikumpulkan sebagai jawaban dari permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini akan dilakukan 2 siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan, dan soal tes. Teknik pengambilan atau pengumpulan data, hasil belajar diperoleh dengan cara memberikan tes individu sebagai alat evaluasi kepada siswa setiap akhir siklus tindakan dan kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dengan cara memberikan tes sebagai alat evaluasi kepada siswa setiap akhir siklus tindakan. Data hasil belajar dianalisis untuk mengetahui rata-rata skor tes dan ketuntasan belajar siswa, dengan menganalisis data hasil tes setiap siklus dengan menggunakan kriteria ketuntasan belajar sedangkan kemampuan berpikir kritis menganalisis jawaban dan penilaian dilakukan dengan rubrik dan non-rubrik. Penilaian rubrik mempunyai rentangan antara 0-4 sedangkan nonrubrik antara 0-10.
Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model cooperative script. Diharapkan pada penelitian selanjutnya pembelajaran dapat menggunakan model cooperative script terhadap motivasi dan hasil belajar atau menggunakan model cooperative script terhadap motivasi dan kemampuan berpikir kritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*