Sunday , 23 September 2018
Pengembangan Modul Biologi dengan Pendekatan Kontekstual Materi Keanekaragaman Hayati untuk Kelas X di SMA Negeri 2 Malang
Pengembagan Modul Biologi dengan Pendekatan Kontekstual Materi Keanekaragaman Hayati untuk Kelas X di SMA Negeri 2 Malang

Pengembangan Modul Biologi dengan Pendekatan Kontekstual Materi Keanekaragaman Hayati untuk Kelas X di SMA Negeri 2 Malang

ABSTRAK

Sefitri, Endah. 2007. Pengembagan Modul Biologi dengan Pendekatan Kontekstual Materi Keanekaragaman Hayati untuk Kelas X di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd., (II) Dra. Hj. Hawa Tuarita, M.S.

Kata kunci: modul biologi, pendekatan kontekstual, keanekaragaman hayati.

Salah satu prinsip pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik. Berdasarkan hasil analisis konteks di SMA Negeri 2 Malang ditemukan kenyataan minimnya sumber belajar berupa bahan ajar yang dimiliki siswa, LKS yang dimiliki siswa kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri, teknik mengajar guru yang kurang menarik perhatian siswa, dan tidak adanya pemberian peranan terhadap perbedaan individual di antara siswa. Solusi atau pemecahan masalah tersebut adalah dengan dikembangkannya suatu modul. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul biologi dengan pendekatan kontekstual materi keanekaragaman hayati untuk kelas X di SMA Negeri 2 Malang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan modul. Prosedur pengembangan modul meliputi pengkajian potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, revisi desain, uji coba produk, dan revisi penyempurnaan produk. Subjek validasi modul (validator) adalah dua orang dosen biologi Universitas Negeri Malang dan dua orang guru biologi SMA Negeri 2 Malang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi (1) data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator dan siswa, nilai hasil uji coba modul ke siswa, alokasi waktu yang diperlukan siswa untuk mengerjakan modul, dan (2) data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator, deskripsi keterlaksanaan uji coba modul, dan kesulitan siswa selama mengerjakan modul.
Hasil pengembangan ini berupa modul dalam dua kegiatan belajar yaitu (1) konsep keanekaragaman hayati, dan (2) keanekaragaman hayati Indonesia, usaha pelestarian, dan pemanfaatannya. Masing-masing kegiatan belajar menerapkan strategi umum dalam pendekatan kontekstual (relating, experiencing, cooperating, applying, transferring, dan evaluating). Hasil penilaian dari para validator sebesar 85,05% yang berarti cukup valid sedangkan penilaian dari siswa sebesar 87,17% yang berarti cukup valid. Alokasi waktu yang dibutuhkan siswa untuk mengerjakan modul kegiatan belajar I menunjukkan rerata sebesar 134,16 menit dan 159 menit untuk kegiatan belajar II. Uji coba modul menunjukkan lebih dari 75% siswa sampel telah menyelesaikan modul dengan baik. Berdasarkan hasil penilaian dan uji coba, maka modul yang dikembangkan telah dapat digunakan dalam pembelajaran biologi SMA kelas X.
Berdasarkan hasil pengembangan, disarankan (1) modul ini perlu untuk diuji coba pemakaian dengan lingkup yang lebih luas (2) kegiatan evaluasi sebaiknya dilakukan sendiri oleh siswa, (3) adanya modul remidial yang disediakan bagi siswa yang lamban dan mengalami kesulitan belajar, dan (4) perlu adanya pengembangan modul dengan materi lain yang lebih menarik dan sempurna dengan pendekatan kontekstual sehingga dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan juga dalam rangka menyongsong Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*