Friday , 22 September 2017
Pengembangan Modul Biologi Model Siklus Belajar Lima Fase Materi Archaebacteria dan Eubacteria Untuk Kelas XDi SMA Negeri 9 Malang
Pengembangan Modul Biologi Model Siklus Belajar Lima Fase Materi Archaebacteria dan Eubacteria Untuk Kelas XDi SMA Negeri 9 Malang

Pengembangan Modul Biologi Model Siklus Belajar Lima Fase Materi Archaebacteria dan Eubacteria Untuk Kelas XDi SMA Negeri 9 Malang

ABSTRAK

Rizqiah, Ida. 2007. Pengembangan Modul Biologi Model Siklus Belajar Lima Fase Materi Archaebacteria dan Eubacteria Untuk Kelas XDi SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Margono, M.A, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si.
Kata kunci: Archaebacteria, Eubacteria, learning cycle, modul.

Salah satu prinsip pelaksanaan KTSP adalah peserta didik perlu memperoleh pelayanan yang bersifat perbaikan, dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan analisis konteks di SMA Negeri 9 diketahui bahwa dalam pembelajaran di kelas guru seringkali mengabaikan perbedaan yang ada dalam suatu kelas dan bahan ajar yang dimiliki siswa, berupa buku paket dan LKS, kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Guru seringkali hanya menggunakan metode ceramah sehingga kurang menarik perhatian siswa. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan dikembangkannya suatu modul yang dipadukan dengan model siklus belajar (Learning cycle) lima fase. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul biologi dengan model siklus belajar.
Pengembangan modul ini mengikuti tahapan pengembangan: 1) identifikasi potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain 6) uji coba produk, 7) penyempurnaan produk. Validasi dilakukan oleh lima subyek yaitu ahli media, ahli materi, guru, ahli bahasa, dan responden.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan modul ini berupa angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif.
Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, guru, dan ahli bahasa memperoleh nilai 84,6%, 86,9%, 88,7%, dan 87,96%. Data menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat valid dan tidak perlu direvisi. Uji terapan dengan responden siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang mendapatkan nilai 84,72% untuk responden kelompok kecil dan 94,7% untuk responden kelompok terapan. Produk yang dihasilkan adalah modul dengan model siklus belajar materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk pembelajaran SMA kelas X. Modul dikembangkan untuk mencapai kompetensi dasar “Mendeskripsikan ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya dalam kehidupan”. Modul yang dikembangkan terdiri dari dua kegiatan belajar yang masing-masing kegiatan belajar terdiri dari 5 tahapan yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration dan evaluation, dengan alokasi waktu 6×45 menit.
Hasil pengembangan menunjukkan bahwa modul ini mampu menyajikan materi secara terstruktur dan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembentukan pengetahuannya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*