Sunday , 19 November 2017
Daya Anti Bakteri Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Berbagai Konsentrasi terhadap Bakteri E. coli Secara In Vitro
Daya Anti Bakteri Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Berbagai Konsentrasi terhadap Bakteri E. coli Secara In Vitro

Daya Anti Bakteri Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Berbagai Konsentrasi terhadap Bakteri E. coli Secara In Vitro

ABSTRAK

Ulfa, Nana Maria. 2009. Daya Anti Bakteri Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Berbagai Konsentrasi terhadap Bakteri E. coli Secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (2) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si.

Kata Kunci : daya antibakteri, daun beluntas, pertumbuhan E. coli.

Tanaman beluntas (Pluchea indica L) merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat, yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu jenis penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan daun beluntas adalah penyakit diare. Dalam daun beluntas terkandung beberapa senyawa aktif antibakteri, yaitu: alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) meneliti pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri E.coli secara in vitro; (2) meneliti konsentrasi ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) yang paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri E.coli secara in vitro.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2009 sampai dengan bulan Oktober 2009 di laboratorium Mikrobiologi FMIPA UM. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diporeleh dianalisis menggunakan ANAVA Tunggal dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikasi 1%. Ekstraksi daun beluntas dilakukan dengan pelarut alkohol 90%. Bakteri E. coli diinokulasikan pada medium NA yang telah diberi lubang sumuran dan diisi dengan ekstrak daun beluntas pada konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%; selanjutya biakan diinkubasi selama 1x 24 jam pada suhu 37 0C. Perlakuan ini diulang sebanyak 4 kali, kemudian dilakukan pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan E. coli yang terbentuk disekeliling lubang sumuran pada medium NA yang telah diinokulasikan dengan bakteri E. coli. Daya antibakteri ekstrak daun beluntas ditentukan berdasarkan hasil pengukuran zona hambat pertumbuhan E. coli pada medium NA
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ada pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun beluntas terhadap pertumbuhan bakteri E. coli; (2) konsentrasi ekstrak daun beluntas yang memiliki daya hambat tertinggi dalam menghambat pertumbuhan E. coli adalah 100% tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 90%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*